Kritikan terus datang kepada calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang akhir-akhir ini iklannya membombardir televisi lewat jingle bernada promo “Indomie”. Konon, jubir SBY yang juga salah satu Ketua Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, telah mengklarifikasi bahwa pihaknya mendapat izin resmi dari Indofood perihal penggunaan jingle “SBY Presidenku” ini. 

Dari sudut pandang komunikasi, lagu iklan (jingle) ala Indomie ini memang enak didengar dan gampang diingat. Apalagi lirik terakhir “Indomie, seleraku” yang diubah “SBY Presidenku” terasa mudah dicerna dan terus terkenang. Juga karena ada lirik yang dinilai berjiwa nasionalisme, sebagaimana dilantunkan penyanyi Mike Idol dalam iklan itu, yakni kalimat “SBY dari dan bagi, Indonesia…” 

Namun, kubu penantang SBY menganggap lain penggunaan jingle Indomie sebagai lagu iklan ini. Dari sisi kreativitas, mereka menganggap syair dan lirik Indomie menumpulkan sisi kreasi alias menyuburkan plagiatisme.  

Sementara itu, dari sisi sumber lagu jingle itu, yakni iklan mie instant, SBY dianggap bakal membuat bangsa ini selembek mie instant, membuat semua serba cepat namun tidak banyak gizi. 

Nah, lho… dalam masa kampanye, memang semua hal bisa dipolitisasi benar atau salahnya. Termasuk soal lagu dan latar belakang proses kreatifnya seperti citra SBY dan Indomie ini. Nah, mau pilih siapa? Coba Anda ingat-ingat, kapan terakhir Anda mengecap kuah mie instant…